Dirut Pertamina Siap Ambil Alih Tugas Alfred Rohimune
Senin, 07 Mar 2005 15:48 WIB
Jakarta - Dirut Pertamina Widya Purnama menyatakan siap untuk mengambil alih tugas direktur keuangan Pertamina Alfred Rohimune jika sudah resmi diberhentikan. Pengambilalihan tugas oleh Dirut itu akan dilakukan jika pemerintah sulit mencari pengganti Alfred. Pernyataan Widya Purnama itu disampaikan di depan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Senin (7/3/2005). Dalam kesempatan rapat dengan DPR itu tidak nampak kehadiran Alfred Rohimune. Widya Purnama hanya didampingi oleh beberapa direksinya. "Pak Alfred bila diberhentikan kita sudah buat rambu-rambunya, salah satu pejabat atau direksi akan menjadi actingnya (pjs). Biasanya yang menggantikan adalah direktur Umum dan SDM karena tidak bisa level dibawahnya. Tapi kalau sulit, saya take over sendiri," tegas Widya. Widya juga mengungkapkan, pada hari ini dewan komisaris Pertamina tengah memanggil direksi lama terkait penjualan dua kapal tanker VLCC yang akhirnya dinyatakan KPPU melanggar UU No 5/1999. "Kita sedang menunggu hasilnya, kalau memang salah harus dihukum," tukas Widya. Selanjutnya mantan dirut Indosat ini menceritakan asal-usul penjualan dua tanker yang kontroversi itu. Widya menjelaskan, asal mula pembelian itu karena Pertamina saat itu membutuhkan tanker untuk mengangkut minyak mentah. Pada waktu itu Pertamina memesan dua kapal dengan harga US$ 130 juta. Namun ternyata keuangan Pertamina morat-marit akibat pembelian dua tanker itu, sehingga sebelum kapal diterima, Pertamina menjualnya lagi. Widya mengaku dari hasil penjualan itu Pertamina meraih keuntungan hingga US$ 54 juta.Menanggapi penjelasan dari Widya Purnama, anggota Komisi VI DPR RI Zulkiflimansyah meminta agar kasus tanker VLCC ini segera dituntaskan. Untuk itu DPR ia mengusulkan agar komisaris utama lama Pertamina yakni Laksamana Sukardi dan direksi lama yang terlibat dalam penjualan tanker serta KPPU dipanggil untuk menemukan solusinya.
(qom/)











































