Namun, Kementerian BUMN belum memutuskan menawarkan ke asing atau lokal.
"Ditawarkan ke lokal atau asing nanti kita lihat aturannya tapi intinya kita tawarkan, coba masih bisa nggak Merpati untuk kita berdayakan," Kata Asiaten Deputi Restrukturisasi, Kementerian BUMN, Lily Chairiah dalam konferensi pers yang dilaksanakan di Gedung Kementerian BUMN, Kamis (14/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita berusaha setop bleeding karyawan terlebih dahulu, setelah itu baru kita fokus mau diapakan ini Merpati disiapkan payung untuk ditawarkan ke investor melalui komite privatisasi kita ajukan, judulnya privatisasi dalam rangka penyelamatan," jelasnya.
Lily juga menyampaikan kondisi keuangan maskapai yang setop operasi sejak Februari 2014 itu. Merpati memiliki utang berjumlah Rp 8 triliun dengan ekuitas negatif Rp 6,5 triliun, biaya overhead Rp 9 milyar per bulan.
(feb/feb)











































