Pemerintah Gelar Rapat Pangan Selama 3 Jam, Ini Hasilnya

Pemerintah Gelar Rapat Pangan Selama 3 Jam, Ini Hasilnya

Dina Rayanti - detikFinance
Kamis, 14 Jan 2016 19:25 WIB
Pemerintah Gelar Rapat Pangan Selama 3 Jam, Ini Hasilnya
Jakarta - Kementerian Koordinator Ekonomi pada sore tadi dari pukul 13.30 wib menggelar rapat pangan. Rapat yang berlangsung selama 3 jam ini berakhir pukul 16.30 wib.

Rapat sendiri dihadiri oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suryamin, Pejabat Kementerian Pertanian (Kementan). Rapat sendiri dipimpin oleh Menteri Koordinator Ekonomi Darmin Nasution.

Usai rapat yang berlangsung 3 jam, Djarot menyampaikan tentang evaluasi posisi cadangan dan harga beras saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil rapatnya ya cuma evaluasi posisi beras ya selama masih seperti ini aman, tetap jalan seperti sekarang, Bulog melakukan pengamanan harga itu aja," kata Djarot di Kemenko Ekonomi, Jakarta, Kamis (14/1/2016).

Djarot mengatakan posisi stok beras pada awal tahun ini sebanyak 1,3 juta ton. Selain itu, rapat juga membahas kewenangan Bulog dalam menjaga stabilitas harga pangan, selain beras.

Bulog, lanjut Djarot, mendapatkan tambahan komoditas untuk dikendalikan. Regulasi terkait pengaturan komoditas tambahan akan dikeluarkan dalam bentuk Perpres.

"Komoditinya kan selama ini beras, nanti ditambah jagung, kedelai, minyak, daging, daging ayam, telur, bawang merah, cabai, terigu. Ada 11 komoditi. Regulasinya itu minggu depan insyaAllah, dalam bentuk Perpres," ujar Djarot.

Dengan bertambahnya komoditas ini, Bulog telah melakukan sejumlah persiapan yakni mulai dari infrastruktur dan standar operasinya.

"Ya jelas, kemarin hanya ngurus beras kalau ke depan diperluas kan tentu organisasinya tentu sudah kita lakukan persiapan, infrastrukturnya, standar operasinya, termasuk bisnis model," lanjut Djarot.

Di tempat yang sama, Mendag Lembong membocorkan sedikit tentang hasil rapat soal pangan yang berlangsung 3 jam.

"Bahas masalah pangan saja, dari mulai prediksi padi di tahun ini, ramalan, harga, dan sebagainya. Tentang Bulog juga perannya," ujarnya.

(feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads