Kepala Sub Direktorat Pengadaan Tanah Kementerian PUPR, Herry Marzuki menjelaskan, proses pembebasan lahan terhadap 98 km jalan tol tersebut telah dilakukan di 2015, tinggal menyelesaikan proses pembayaran yang ditargetkan selesai pada Januari 2016 ini.
"Sampai akhir Januari kita ada yang mau dibayar totalnya Rp 700 miliar," ujar dia ditemui di ruang kerjanya, Rabu (13/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi nanti setelah itu, sudah antre lagi seperti Bakauheni-Terbanggi Besar, Cinere-Jagorawi, Kunciran-Serpong, sama Manado-Bitung. Sekitar Rp 700 miliar total sampai akhir Januari," sambung dia.
Keberadaan 98 km lahan jalan tol baru tersebut punya arti penting. Selain dapat segera dimanfaatkan secara darurat pada musim mudik lebaran tahun ini, keberadaan 98 km lahan jalan tol baru ini menandakan percepatan pembangunan jalan tol di tahun ini bisa segera dilakukan.
"Karena kalau tanah sudah bebas, berartikan kontraktor bisa langsung kejar konstruksi fisiknya saja," pungkas Herry.
(dna/dnl)











































