Jokowi Ingin Pariwisata RI Bisa Salip Thailand dan Malaysia

Jokowi Ingin Pariwisata RI Bisa Salip Thailand dan Malaysia

Bagus Prihantoro Nugroho - detikFinance
Jumat, 15 Jan 2016 15:40 WIB
Jokowi Ingin Pariwisata RI Bisa Salip Thailand dan Malaysia
Foto: Bagus-detikFinance
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan target kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk bisa menjaring sedikitnya 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) di tahun 2019 mendatang. Saat ini, wisman yang masuk ke Indonesia baru mencapai 9 juta orang.

Menurut Jokowi, banyak destinasi wisata di Indonesia yang menarik, maka tak mustahil angka 20 juta bisa dicapai.

"Yang berkaitan dengan pariwisata, saya ingin mengingatkan kita semuanya. Kita ini negara yang mempunyai daerah-daerah yang sangat indah, kita lihat wisman yang masuk Indonesia 9 juta, saya berikan target Kementerian Pariwisata 2019 minimal 20 juta," ucap Jokowi dalam pertemuannya dengan pimpinan industri jasa keuangan, di Istana Presiden, Jakarta, Jumat (15/1/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jokowi ingin, pariwisata di Indonesia bisa berkembang secara signifikan melebihi Thailand dan Malaysia. Saat ini, Thailand dan Malaysia masih lebih unggul padahal negaranya lebih kecil dari Indonesia.
Β 
"Karena Thailand itu bisa 27 juta, Malaysia 24 juta. Padahal hanya punya beberapa destinasi. Hanya 2,3, kita 10 yang bagus-bagus juga masih banyak. Mesti ada yang keliru, entah menyiapkan produknya, mengemasnya, atau promosinya yang perlu dibenahi," kata Jokowi.

Jokowi terus melakukan pembenahan infrastruktur agar bisa mendukung pengembangan sektor pariwisata di Indonesia.

"Sekarang sudah mulai kita promosikan, karena kurangnya kecil-kecil saja, seperti toilet, hotel bintang 4 bintang 5, infrastruktur air bersih, menuju ke sana, dermaga kurang panjang, saya sudah datangi semua, sudah identifikasi di lapangan dan sudah kita putihkan. Kita pilih karena akan berdampak pada usaha rakyat, handycraft, usaha kampung, tenun, batik, saya meyakini memperbaiki perbaikan di bidang ekonomi," pungkasnya.

(drk/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads