Mendag: Negara Tetangga Was-was Hadapi Kita di MEA

Mendag: Negara Tetangga Was-was Hadapi Kita di MEA

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 18 Jan 2016 16:57 WIB
Mendag: Negara Tetangga Was-was Hadapi Kita di MEA
Jakarta - Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, optimistis Indonesia dapat memenangkan persaingan di era perdagangan bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Menurutnya, para pelaku usaha di Indonesia sudah memiliki daya saing yang baik, sehingga membuat was-was pelaku usaha di negara-negara tetangga.

"Negara tetangga agak was-was menghadapi pelaku-pelaku usaha kita yang cukup unggul," kata Lembong, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI di Gedung DPR, Jakarta, Senin (18/1/2016).

Dia menambahkan, liberalisasi pasar ASEAN perlu terus didorong agar para pengusaha Indonesia bisa memiliki ruang gerak lebih luas, untuk melakukan ekspansi ke negara-negara tetangga.β€Ž Namun, liberalisasi harus dilakukan secara bertahap agar para pelaku usaha bisa mempersiapkan diri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Layak dan pantas untuk kita terus mendorong integrasi ekonomi Indonesia-ASEAN. Tapi integrasi harus bertahap supaya ada transisi, dan periode penyesuaian yang memadai," cetusnya.

Optimisme ini, sambung Lembong, didasari oleh tren perdagangan Indonesia terhadap ASEAN yang terus membaik. Ekspor Indonesia ke ASEAN terus meningkat dan impor dari ASEAN menurun dalam beberapa tahun terakhir, sehingga defisit neracar perdagangan dengan ASEAN makin berkurang.β€Ž "Tren perdagangan Indonesia di ASEAN cukup positif. Defisit kita cenderung makin mengecil," ucapnya.

Lembong yakin, keikutsertaan dalam berbagai perjanjian perdagangan bebas bisa membuat Indonesia 'naik kelas', karena ada peningkatan daya saing dan ekspor. Karena itu, Kemendag terus mengupayakan penyelesaian sejumlah perundingan perjanjian perdagangan bebas yang dapat meningkatkan akses pasar bagi Indonesia ke luar negeri.

"Kami sedang mengejar penyelesaian CEPA (Comprehensive Economic Partnership Agreement) dengan Uni Eropa.β€Ž Kami juga sedang mengkaji keikutsertaan Indonesia di TPP (Trans Pacific Partnership)," pungkasnya.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads