Pasar Bebas ASEAN Dibuka, RI Andalkan Sektor Pariwisata

Pasar Bebas ASEAN Dibuka, RI Andalkan Sektor Pariwisata

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 19 Jan 2016 18:17 WIB
Pasar Bebas ASEAN Dibuka, RI Andalkan Sektor Pariwisata
Foto: Dina-detikFinance
Jakarta - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) telah berlangsung akhir tahun 2015 lalu. Dari 8 sektor yang dibuka, Indonesia paling kuat di bidang Pariwisata.

Demikian dikatakan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, usai menghadiri Dialog "Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Isu Ketenagakerjaan", di Gedung Pakarti Center, Jakarta, Selasa (19/1/2016).

"Dari 8 sektor kita paling kuat di Pariwisata," kata Hanif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai informasi, dalam Mutual Recognition Arrangement (MRA) disepakati bahwa Tenaga Kerja Asing (TKA) yang bebas bekerja di negara-negara ASEAN hanya mencakup delapan sektor, yaitu akuntansi, teknik, survei, arsitektur, keperawatan, kesehatan, perawatan gigi, dan pariwisata.

Hanif menambahkan, kuatnya Indonesia di sektor pariwisata ini didukung oleh infrastruktur yang memadai serta sudah adanya sertifikasi profesi.

"Kan kita lihat dari infrastrukturnya, infrastruktur yang terkait dengan percepatan peningkatan kompetensi maupun sertifikasi profesi, KKNI-nya Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia mereka sudah, SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia)-nya sudah cukup banyak dari sejumlah profesi di situ, terus lembaga sertifikasi ada banyak lah tolak ukurnya," kata Hanif.

Menganggapi soal turunnya harga minyak dunia yang saat ini US$ 28/barel yang berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada pekerja migas, dirinya mengatakan belum ada laporan terkait PHK tersebut.

"Belum ada, belum dapat laporan sih soal itu," kata Hanif.

(drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads