Di tengah hiruk pikuk para tamu dan peserta acara yang lalu-lalang di lokasi acara, detikFinance menjumpai kejadian unik. Tampak seorang peserta berkewarganegaraan China begitu rapi mengenakan setelan jas lengkap warna biru gelap.
Lantaran akses jalan menuju lokasi acara yang berada di tengah perkebunan teh Walini sangat becek setelah diguyur hujan semalam sebelumnya, sang peserta yang berpakaian rapi itu harus membungkus sepatunya dengan kantung plastik warna putih untuk melindungi sepatunya dari noda becek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi acara di tengah perkebunan sengaja dipilih karena Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin melihat sendiri lokasi calon berdirinya salah satu stasiun pemberhentian kereta cepat.
Lokasi becek pun tak menghalangi berlangsungnya acara.
"Nanti Pak Jokowi mau melihat langsung tempat pembangunannya. Jadi sengaja dipilih tempat yang dekat dengan lokasi, meskipun agak becek," ujar seorang petugas penyelenggara acara yang dijumpai detikFinance di lokasi acara, Bandung Barat, Kamis (21/1/2016).
Proses pembangunan akan dilakukan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai badan usaha perkeretaapian yang 60% sahamnya dikuasai oleh PT Pilar Sunergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% oleh China Railway International (CRI).
PSBI sendiri merupakan perusahaan gabungan perusahaan-persahaan pelat merah Indonesia yang diketuai oleh PT Wijaya Karya (WIKA)
Tahap awal, kereta cepat Jakarta-Bandung akan membentang sepanjang 142 kilometer (km). Kereta cepat ini menghubungkan Stasiun Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur-Stasiun Tegalluar (seberang Gede Bage) di Bandung, Jawa Barat. Kereta cepat akan melalui 4 stasiun yakni Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.
(dna/feb)











































