Namun, daging sapi NTT yang dijual Bulog dengan harga antara Rp 80-95 ribu/kg di pasaran itu, tidak berhasil menurunkan harga daging sapi di Jakarta. Daging sapi tetap mahal di ibu kota, masih di atas Rp 100 ribu/kg.
Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti beralasan, pasokan sapi NTT yang dibawa kapal ternak jumlahnya tidak cukup untuk mempengaruhi harga daging sapi di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Djarot mengklaim, sebenarnya harga daging sapi sempat sedikit turun karena adanya sapi NTT yang dibawa kapal ternak, walaupun penurunannya tidak signifikan.
Namun, penurunan yang amat kecil itu hanya sementara, harga daging sapi di Jakarta kembali naik karena faktor-faktor lain.
"Sebetulnya kemarin sempat agak turun, memang tidak signifikan, tapi hari-hari ini naik lagi dari sisi lain," ucapnya.
Meski begitu, pihaknya ingin kapal ternak terus beroperasi dan menyuplai sapi NTT ke Jakarta. Sebab, kapal ternak memangkas biaya distribusi sapi lokal.
"Kapal ternak sendiri memangkas ongkos transportasi. Ini efisiensi," tukas Djarot.
Sementara itu, Direktur Komersial Perum Bulog, Fazri Sentosa menyatakan, Bulog sangat berminat untuk melanjutkan bisnis sapi NTT. Bulog siap untuk memasarkan sapi NTT yang akan dibawa oleh kapal ternak secara rutin ke Jakarta. Saat ini, Bulog sedang mencari pemasok tetap untuk sapi NTT.
"Insya Allah kita lanjutkan (bisnis sapi NTT). Ini kita lagi set up, kita cari langganan (pemasok sapi) di sana (NTT)," kata Fazri Sentosa.
Menurut Fazri, permintaan sapi NTT di Jakarta sangat tinggi, Bulog sama sekali tidak kesulitan untuk mencari pembeli. Namun, pihaknya ingin suplai sapi NTT bisa terjamin agar pasokan ke Jakarta stabil.
"Di sini (Jakarta) sih bagus pasarnya, hanya suplai dari sana (NTT) yang harus kita jaga. Jualnya gampang kok," ujarnya.
Bulog berencana kembali mengajak BUMN peternakan, PT Berdikari, untuk mengelola kiriman sapi NTT berikutnya yang dibawa kapal ternak. Kerjasama ini direncanakan bisa untuk jangka panjang.
"Kemarin kan kerjasama dengan Berdikari. Mungkin ke depannya seperti itu," tutup Fazri.
(drk/drk)











































