Harga Minyak Naik, Defisit APBN 2005 Diprediksi Jadi 1,07 %
Selasa, 08 Mar 2005 14:49 WIB
Jakarta -
Pemerintah memperkirakan defisit APBN 2005 bertambah 0,07 persen menjadi 1,07 persen dari perkiraan semula hanya 1 persen. Bertambahnya defisit ini terkait melonjaknya harga minyak dunia saat ini."Untuk APBN 2005 setelah harga minyak naik, defisit untuk APBN 2005 menjadi 1,07 persen," kata Menkeu Jusuf Anwar kepada wartawan di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (8/3/2005). Namun menurut Menkeu, defisit itu masih dalam kisaran yang normal dan bisa ditangani oleh pemerintah. "Itu merupakan angka-angka yang manageable, yang bisa kita tangani," tegas Menkeu.Menkeu menambahkan, angka defisit itu kemungkinan masih akan berubah mengingat harga minyak dunia yang terus meningkat. Tercatat harga minyak dunia sekarang ini terus melonjak bahkan kembali mencapai level tertingginya pada US$ 55 per barel akibat maraknya aksi spekulasi."Kemungkinan berubah karena mengingat harga minyak dunia yang terus meningkat, sementara harga minyak dalam APBN dipatok pada US$ 35 per barel. Tapi itu akan coba kita tangani," demikian Menkeu.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































