Seiring dengan penambahan utang, pemerintah memastikan penggunaanya lebih tepat sasaran. Utang antara lain untuk pembangunan infrastruktur di dalam negeri, seperti jalan, jembatan, dan bendungan.
"Sebetulnya melihat utang, itu gambarannya separuhnya bisa dilihat secara nyata di sisi lain itu adalah aset kita yang bertambah. Yaitu pada infrastruktur yang dibangun pelabuhan, jalan, jembatan, dan bendungan," ujar Schneider Siahaan, Direktur Strategis dan Portfolio Utang, Ditjen Pembiayaan dan Pengeloaan Risiko (DJP2R) Kementerian Keuangan, kepada detikFinance, Senin (25/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, porsi belanja negara untuk 2015 memang cukup besar untuk infrastruktur. Realisasi belanja di akhir tahun untuk infrastruktur Rp 213 triliun, tumbuh 54% dari serapan belanja dalam APBN-Perubahan 2014 sebesar Rp 138 triliun.
"Ini yang dimaksud ke arah tepat sasaran, bahwa arahnya ke pembangunan infrastruktur. Bukan subsidi yang tidak tepat sasaran," imbuhnya. (mkl/wdl)











































