Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 25 Jan 2016 18:50 WIB

Mentan Tahan Jagung Impor di Pelabuhan, Ini Alasannya

Muhammad Idris - detikFinance
Foto: Enggran Eko Budianto Foto: Enggran Eko Budianto
Jakarta - Produsen pakan ternak mengeluhkan lonjakan harga jagung yang di beberapa daerah menembus harga Rp 6.500/kg. Kondisi ini terjadi akibat panen jagung yang terlambat, serta masih ditahannya jagung impor di gudang dan pelabuhan oleh Kementerian Pertanian (Kementerian Pertanian).

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menegaskan tetap menahan jagung impor. Langkah ini dilakukan agar harga jagung di tingkat petani tidak kembali merosot.

"Agak pahit untuk angkat petani kita. Kalau ini (jagung impor) masuk penuhi pasar, ini bisa membuat harga di petani turun, karena mereka (importir) ini bisa atur keadaan," kata Amran saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/1/2016).

Jagung impor dilarang keluar dari gudang dan pelabuhan agar harga jagung lokal tidak kembali jatuh ke harga Rp 1.500/kg. Kementan berusaha menjaga harga jagung di atas Rp 3.000/kg.

"Kami ngotot karena di Februari 2015 harga jagung Rp 1.500/kg. Tapi petani hanya bisa pasrah di lapangan, nggak bisa akses, kami yang diteriaki petani. Kami tahan, kami kontrol 500.000 ton (jagung impor)," katanya.

Amran mengakui, kebijakannya tersebut dikeluhkan peternak ayam karena harga pakan ayam yang ikut melambung.

"Kami tunggu harga yang wajar, makanya kami bertahan. Ini memang ada keluhan dari peternak," pungkasnya. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID
×
World Now
World Now Selengkapnya