Anggota Komisi V DPR dari Fraksi Nasdem, Ahmad Ali, menilai bahwa kereta cepat harusnya merupakan tanggung jawab Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Tapi anehnya, Jonan justru menjadi penonton saja dalam proyek ini. Sebaliknya, Ahmad menilai Rini terlihat jauh lebih berperan.
"Kereta cepat harusnya urusan Kemenhub. Tapi ternyata Menhub jadi penonton saja. Ada apa ini di belakangnya? Yang tanggung jawab harusnya Menhub, bukan Menteri BUMN," kata Ahmad dalam rapat kerja di Ruang Rapat Komisi V, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau menurut saya proyek ini harus dikaji kembali," tandasnya.
Terkait layak atau tidaknya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini, Jonan enggan menjawabnya. Menurut dia, hal itu harus dipertanyakan kepada Menteri BUMN selaku inisiator proyek kereta cepat.
"Kalau layak atau tidaknya, tanya ke Menteri BUMN sebagai inisiator," pungkasnya. (feb/feb)











































