Tugas Bulog Ditambah, Amankan 11 Komoditas Selain Beras

Tugas Bulog Ditambah, Amankan 11 Komoditas Selain Beras

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2016 12:48 WIB
Tugas Bulog Ditambah, Amankan 11 Komoditas Selain Beras
Foto: Dana Aditiasari-detikFinance
Jakarta - Berbeda dengan Menteri Perdagangan (Mendag), Thomas Trikasih Lembong yang meminta Perum Bulog lebih baik fokus mengamankan pasokan dan harga beras dulu sebelum mengurusi komoditas lainnya, kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) justru mendorong perluasan tanggung jawab Bulog.

"Bulog tugasnya akan ditambahkan. Selain beras, 11 komoditas lainnya juga akan distabilkan harga dan stok dijaga," ujar Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi BUMN Purnomo Sinar Hadi usai penandatanganan nota kesepahaman Bulog dan 12 BUMN di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Rabu (27/1/2016).

Penugasan tersebut, kata dia, akan dituangkan dalam Peraturan Presiden yang draft alias rancangannya tengah tahap penyelesaian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sudah finalisasi (penyelesaian). Sudah diskusi dan bicarakan di Menko Perekonomian. Satu minggu terakhir final. Beberapa aturan disepakati kementerian. Nanti setelah semua tahapan selesai baru bisa diperpreskan," pungkas dia.

Dalam rangka perluasan tersebut, Bulog sebagai badan usaha yang diberi tanggung jawab itu pun menggandengan 12 perusahaan pelat merah yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman.

Hadir dalam acara ini adalah sejumlah pejabat masing-masing BUMN yang bekerjasama meliputi PT Askrindo, Perum Jamkrindo, PT Asuransi Jasindo, PT Bank Negara Indonesia (BNI), PT Bank Mandiri, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Perum Perhutani, Perum Berdikari, PT RNI, PT Pertani, PT Pupuk Indonesia dan PT Sang Hyang Seri.

Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, setiap BUMN nantinya akan berkontribusi sesuai dengan kompetensi dan jenis aset yang dimiliki dalam rangka meningkatkan produktifitas pangan nasional serta menstabilkan harga-harga komoditi pangan secara nasional.

"Setiap badan usaha kan punya kompetensi sendiri dalam nedukung proses bisnis. Pertama di sektor produksi ada yang pakar di benih dan pupuk, lalu ada dukungan lahan kosong dari Perhutani dan Berdikari. Kemudian dukungan pembiayaan dan jaminan pembiayaan. Setelah produksi jalan dengan pembiayaan yang baik, maka tinggal pemasan. Dalam hal ini tugas Bulog, mungkin nanti dibantu RNI dan lainnya," papar dia. (dna/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads