Hal ini dinilai Lembong membuat Bulog tidak bisa bekerja maksimal untuk menstabilkan harga beras. Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menilai usulan Lembong tersebut tepat untuk jangka pendek selama gejolak harga beras belum berhasil diredam.
Tapi, bukan berarti untuk seterusnya Bulog hanya mengurusi beras saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Amran, peran Bulog justru harus diperluas, tidak hanya menangani beras saja, tapi semua komoditas pangan strategis. Bulog harus ikut mengintervensi pasar, membeli langsung dari petani dan menjualnya langsung ke masyarakat.
Peran Bulog ini diperlukan untuk memotong rantai pasokan pangan yang merupakan salah satu penyebab tingginya harga pangan di Indonesia. Pasokan pangan pun bisa stabil jika Bulog memiliki stok yang memadai, sehingga harga pangan tidak rawan dipermainkan.
Dia menjelaskan, rantai pasokan dapat dipotong separuh jika Bulog membeli langsung ke petani, membawanya ke pasar, dan menjualnya langsung ke konsumen. Cara ini diyakini Amran bisa menekan harga bahan pokok, termasuk daging sapi.
"Jadi dari petani ke Bulog, Bulog langsung ke pasar, lalu ke konsumen, jadi tinggal 4 titik. Itu solusi untuk seluruh komoditas, termasuk daging sapi," ucapnya.
Selain membuat harga bahan pangan terjangkau untuk masyarakat, peranan Bulog sebagai stabilisator harga pangan ini juga akan membuat harga di tingkat petani terjamin.
"Kalau supply chain ini kita potong 50%, ini kita mengangkat harga di tingkat petani, tapi menekan harga di tingkat konsumen. Ini harus kita benahi dari sekarang," tutupnya. (hns/hns)











































