Hal tersebut diungkapkan Lembong dalam rapat kerja Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
"Kita semua terhubung melalui Facebook, Instagram, Twitter. Seminggu setelah raker, dibuat grup Facebook supaya bisa terhubung dengan Dinas Perdagangan di daerah-daerah. Kita bisa postingan dan tukar informasi, pusat dan daerah sudah bergerak ke media sosial, harus agresif ke situ. Di mana semua bisa kumpul di situ secara virtual," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Abad 21 eranya sosmed (social media). Saya juga minta atase-atase perdagangan kita dan kepala-kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) pakai sosmed kayak Youtube dan Twitter buat sharing promosi dan ide sehingga lebih efisien," jelas Lembong. (feb/feb)











































