Ia mengilustrasikan, seorang bisa bekerja pada pagi sampai siang hari di Jakarta, namun sore hari bisa berjalan-jalan di daerah Bandung karena memakai kereta cepat. Alasannya, waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya 45 menit saat kereta cepat beroperasi.
"Bukan tidak mungkin pagi kerja di Jakarta, sore sudah jalan-jalan cantik di Bandung. Jakarta-Bandung itu sama dekatnya dengan Bintaro ke Tangerang," Kata Ridwan di Mandiri Investor Forum, di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta, Rabu (27/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridwan mengaku banyak manfaat yang muncul dengan kehadiran kereta cepat pertama di Indonesia ini.
"Groundbreaking kereta cepat akan menciptakan banyak peluang. Kereta cepat bukan tujuan akhir. Justru ini adalah sarana untuk pengembangan lebih lanjut," sebutnya.
Selain itu, kawasan seperti Karawang, Walini hingga Tegalluar (dekat Gedebage) tidak akan dikembangkan menjadi kawasan atau kota baru tanpa adanya mega proyek atau pemicu. Salah satu pemicunya ialah pembangunan kereta cepat. Seperti diketahui, kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km akan melalui 4 stasiun yakni: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar.
"Tanpa kereta cepat, tidak ada alasan untuk membangun Karawang, tanpa kereta cepat tidak ada alasan untuk mengembangkan Walini yang luasnya berhektar-hektar. Tanpa kereta cepat, sekarang ke Jakarta-Bandung 5 jam," tegasnya. (feb/hns)










































