"Hampir semua tender itu berbau nuansa persekongkolan, apalagi yang di daerah, baik antara pengusaha dengan pembuat kebijakan atau pemerintahnya, atau antar perusahaan yang bermain di tender. Ini bagian dari kita untuk selamatkan uang negara pada proses perencanaan," kata Ketua KPPU, Muhammad Syarkawi Rauf, pada detikFinance, Kamis (28/1/2016).
Beberapa daerah, termasuk sebagian proses tender proyek di tingkat pusat, sambungnya, terindikasi melakukan praktik persaingan bisnis tak sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah awal, pihaknya saat ini menjalin kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk bertukar informasi memberantas 'mafia' tander tersebut.
"Ini ada pemain-pemain lawasnya, nah itu indikasinya banyak yang ikut tender, tapi sebenarnya hanya segelintir saja yang ikut tender, kemudian di situ kita selidiki juga nuansa persekongkolan pemenang tender dan Pemda-nya. Kalau korupsinya ada pada KPK, kita berantas persaingan tak sehatnya," tandasnya.
(dnl/dnl)











































