Bandara ini berada di Pulau Bawean. Pulau Bawean sendiri berlokasi 120 kilometer sebelah utara Kabupaten Gresik, Jawa Timur.
"Dengan beroperasinya bandara ini, maka masyarakat dapat memanfaatkan penerbangan perintis rute Surabaya-Bawean (PP) yang dilayani oleh PT. Airfast Indonesia," tulis Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, J.A. Barata dalan siaran pers, Jumat (29/1/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dok: Kemenhub |
Bandara Harun Thohir memiliki landasan pacu (runway) sepanjang 930 meter dan mampu didarati oleh pesawat jenis twin otter. Dengan menggunakan transportasi udara, perjalanan dari Surabaya menuju Pulau Bawean dapat ditempuh kurang lebih 55 menit.
Bila menggunakan transportasi laut, waktu tempuh sampai 6 jam untuk menempuh jarak yang sama. kondisi pelayaran bisa lebih lama bila ada ombak besar hingga cuaca buruk.
Dengan demikian, Barata menilai keberadaan bandara ini diharapkan dapat meningkatkan arus mobilisasi sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menunjang sektor pariwisata Pulau Bawean.
"Pembangunan dan pengembangan bandara ini merupakan implementasi dari fokus kerja Kementerian Perhubungan untuk terus meningkatkan kapasitas sarana transportasi dan kualitas layanan transportasi kepada masyarakat," tambahnya.
Tarif untuk sekali perjalanan menuju Bawean dari Surabaya sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 194 Tahun 2015, tentang tarif angkutan udara perintis tahun 2016, ditetapkan sebesar Rp 302.200. Sementara untuk penerbangan sebaliknya dari Bawean menuju Surabaya, Kemenhub menetapkan sebesar Rp 244.200 per orang.
Tarif tersebut sudah termasuk komponen PPN 10%, Iuran Wajib Pesawat Udara (IWPU), dan Tarif Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U). (feb/feb)











































dok: Kemenhub