Dalam paparan update realisasi sementara APBN-P 2015 lalu, disebutkan bahwa Banten masuk ke dalam 10 besar atau tepatnya berada di peringkat 8 Pemerintah Provinsi (Pemprov) dengan dana menganggur terbesar.
Pemprov Banten disebut tidak menyerap dana bantuan dari APBN-P sebesar Rp 1,13 Triliun.
Pemprov Banten, dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelola Keuangan Daerah (DPPKD) Nandy Mulya, menyangkal hal tersebut. Nandy menyebutkan, penyerapan dana bantuan APBN-P oleh Pemprov Banten mencapai 89%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nandy yang didampingi oleh Inspektorat Joko Suseno beserta jajaran pejabat di DPPKD menjelaskan lebih lanjut, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang bersumber dari APBN hanya sebesar Rp 121 miliar.
"SILPA yang dari APBN hanya Rp 121.292.497.530,00 atau hanya sekitar 10,75%. Jadi, kalau berita di detikcom kemarin itu harus tanya lagi ke Pak Menteri, datanya dari mana, kok bisa Banten ada dana sampai Rp 1,13 triliun itu," tegasnya. (drk/drk)











































