Lantas, apa alasan menambah pesawat baru di saat ekonomi masih lesu?
Direktur Utama Garuda, Arif Wibowo memandang meskipun ekonomi global belum bergairah, namun Garuda menilai ekonomi Indonesia masih tumbuh sekitar 5%. Untuk menangkap pertumbuhan tersebut, Garuda akan meningkatkan daya angkut pesawat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjut Arif, Garuda Grup yakni Garuda dan Citilink Indonesia juga memiliki rencana meningkatkan market share atau pangsa pasar di penerbangan domestik. Targetnya, Garuda Grup ingin menjadi market leader atau jawara untuk penerbangan domestik.
"Jadi modal kuat dominasi pasar domestik. Target bisa kuasai 54%. Itu Citilink tambah Garuda, kemarin 44% (market share). Garuda pokoknya harus dominasi domestik, baru mulai ke internasional," sebutnya.
Untuk armada berbadan lebar seperti tipe A330 dan B777, Garuda akan menempatkannya untuk meningkatkan ekspansi di rute-rute internasional jarak menengah dan jarak jauh.
"Jarak menengah termasuk Jepang, China, Korea, Australia, karena 330 ini akan diterbangkan ke Sydney. Ini akan memberikan penguatan pada persepsi publik bahwa Garuda semakin mudah dengan reputasi dan kualifikasi produk yang semakin berkelas internasional," sebutnya. (feb/hns)










































