"Kalau saya lihat yang lima tahun, saya lihat lagi, lihat lagi. Tradisinya harus satu tahun penemuan. Jangan penemuan arus tsunami saya lihat lagi di sini. Neraca kan tahunan, ini biaya dan ini hasilnya. Jangan keluhkan biaya, tidak besar," ujar JK.
Hal tersebut disampaikan JK saat membuka Rakernas Kemenristekdikti 2016, di Gedung Graha Widya Bhakti, Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (1/2/2016). JK juga berharap pembangunan Indonesia harus bisa dimotori oleh SDM dalam negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK menuturkan, Indonesia tak akan berubah jika tak ada penemuan baru. Apalagi perubahan teknologi saat ini cepat sekali, harus ada terobosan agar tak ketinggalan.
"(Perubahan) paling cepat itu IT, tiap 1,5 tahun. Tiap 1,5 tahun handphone kita berubah, makin kecil, makin murah. Mobil juga begitu, makin efisien bahan bakar dan makin cepat. Sama juga pertanian, 1 hektare beras dari 2 ton ke 5 ton. Aneh Indonesia, beras makin mahal. Itu karena teknologi kurang," tutur JK.
"Ekonomi kita lagi melambat. Dibutuhkan suatu kemajuan. Jangan harap bantuan Amerika, jangan harap banyak pada Cina, juga jangan pada Eropa, Jepang juga. Seperti silat butuh kekuatan tenaga dalam. Ada tenaga dalamnya," imbuh JK di depan ratusan peserta yang hadir.
Dibanding tahun sebelumnya, Rakernas Kemenristekdikti tahun ini, pihak yang diundang lebih variatif. Mitra kerja tersebut antara lain DPR Komisi VII dan X, perguruan tinggi, AIPI, DRN, LPNK, Balitbang kementerian, BAN-PT, APTISI, inovator dan peneliti, serta lembaga terkait lainnya. Selain diikutsertakan pula para atase pendidikan kebudayaan dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Tujuan utama Rakernas yaitu menyusun berbagai langkah dan tindakan konkret Kemenristekdikti dalam menuntaskan program atau kegiatan prioritas di tahun 2016. Serta menyiapkan rancangan kebijakan dan program 2017 sebagai bahan Musrenbangnas 2016. (rna/drk)










































