Kemendag: Kenaikan Beras Masih di Bawah 2% dan Sekarang Mulai Turun

Kemendag: Kenaikan Beras Masih di Bawah 2% dan Sekarang Mulai Turun

Michael Agustinus - detikFinance
Senin, 01 Feb 2016 19:15 WIB
Kemendag: Kenaikan Beras Masih di Bawah 2% dan Sekarang Mulai Turun
Foto: Rengga Sancaya
Cilegon - Meski harga beras mengalami kenaikan dan menjadi salah satu penyumbang inflasi di bulan Januari 2016, Kementerian Perdagangan (Kemendag) tenang-tenang saja. Menurut Kemendag, kenaikan harga beras tidak signifikan, masih di bawah 2% dan tren harganya sudah mulai turun sejak 2 minggu lalu.

"Kenaikannya kan masih di bawah 2%. Sekarang kecenderungannya mulai turun di 2 minggu terakhir, mudah-mudahan ke depan bisa stabil," kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, kepada detikFinance di Cilegon, Senin (1/2/2016).

Srie menjelaskan, kenaikan harga beras ini merupakan dampak dari el nino di akhir 2015. Akibat el nino, musim panas lebih panjang dan ekstrim sehingga musim tanam padi yang biasanya dimulai pada Oktober terganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panen raya padi di 2016 pun ikut mundur. Panen yang biasanya sudah mulai pada Februari dan memasuki puncaknya di bulan Maret, pada tahun ini baru dimulai pada Maret dan mencapai puncak panen pada April. Pasokan beras pada Januari-Februari 2016 pun lebih sedikit dari kondisi normal.

"Memang musim tanam agak mundur sehingga panen juga mundur, sehingga panen baru mulai bulan Maret. Nanti di situ pasokan sudah agak banyak," papar Srie.

Dia menambahkan, Bulog terus melakukan operasi pasar untuk menambah pasokan beras di pasaran supaya harga turun. Masyarakat pun diminta tenang karena harga beras akan terus dijaga.

"Bulog juga terus melakukan operasi pasar. Jadi nggak masalah," tutupnya.

Sebagai informasi, lonjakan harga beras menjadi salah satu pemicu inflasi Januari 2016 yang tercatat sebesar 0,51%. Kenaikan harga ini terjadi pada beras premium, medium, dan kualitas rendah.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin menjelaskan, harga beras premium di Januari 2016 mencapai Rp 9.723/kilogram (kg) atau naik 0,62% dibandingkan Desember 2015 yang sebesar Rp 9.663,57/kg. Kemudian, harga beras kualitas medium di Januari mencapai Rp 9.548,24/kg atau naik 1,03%, dibandingkan Desember 2015 yang sebesar Rp 9.450,66/kg.

Sedangkan harga beras kualitas rendah di Januari 2016 mencapai Rp 9.280,39/kg atau naik 0,84%, dibandingkan Desember 2015 yang sebesar Rp 9.208,28/kg. Suryamin meminta pemerintah untuk mewaspadai kenaikan harga beras ini.

"Ini (beras) yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat. Ini bahan pemerintah untukwarning, akan naik lagi kalau tidak ditekan dari distribusi dan pasokan," ujar Suryamin.

Selain itu, Suryamin menjelaskan, harga rata-rata gabah kering panen di tingkat petani sebesar Rp 5.205,73 atau naik 1,72% dibandingkan harga di Desember 2015. Harga gabah kering giling di tingkat petani sebesar Rp 5.689,13/kg atau naik 1,2% dibandingkan harga di Desember 2015.

Sedangkan harga rata-rata gabah kering panen di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.290,78/kg atau naik 1,71% dibandingkan harga di Desember 2015. Harga gabah kering giling di tingkat penggilingan sebesar Rp 5.805,37/kg atau naik 1% dibandingkan harga di Desember 2015. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads