Harga Beras Naik, Darmin: Perlu Operasi Pasar Dalam Waktu Dekat

Harga Beras Naik, Darmin: Perlu Operasi Pasar Dalam Waktu Dekat

Maikel Jefriando - detikFinance
Senin, 01 Feb 2016 20:18 WIB
Harga Beras Naik, Darmin: Perlu Operasi Pasar Dalam Waktu Dekat
Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga beras naik sebesar 0,77% selama Januari 2016. Dikarenakan bobot yang cukup besar, maka memberikan andil terhadap inflasi sampai dengan 0,03%.

BPS menyarankan pemerintah harus segera siapkan antisipasi. Oleh sebab itu, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution meminta operasi pasar perlu segera dilakukan dalam waktu dekat.

Sebelumnya, di awal Januari memang sudah dilakukan operasi pasar, akan tetapi dirasa belum cukup untuk menekan harga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya sudah ada operasi pasar di awal Januari, mungkin memang harus ada lagi dalam waktu dekat," jelas Darmin di Istana Negara, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Darmin menjelaskan, penyebab kenaikan harga beras adalah kelanjutan dari dampak el nino beberapa waktu lalu. Selain itu, dipicu pula ulah para spekulan yang mendorong kenaikan harga.

"Itu lebih banyak karena kekeringan yang muncul belakangan. Biasalah ada orang spekulasi, nyoba-nyoba," imbuhnya.

Di samping itu, Darmin mengakui persoalan mendasar dari tingginya harga beras adalah rantai distribusi yang terlalu panjang. Baik yang datang dari tempat penggilingan maupun importir sampai ke tangan konsumen. Ini akan ditangani secara bertahap.

"Kalau itu memang harus ditangani, itu secara bertahap, karena itu benar-benar dari petani sampai pasar itu panjang dan nggak efisien," kata Darmin

Persoalan ini juga membuka ruang untuk para spekulan melancarkan aksinya. Darmin mengakui rumitnya menyelesaikan persoalan tersebut, sehingga tidak bisa dalam waktu cepat.

"Jadi mata rantai yang panjang itu lebih buka orang untuk berspekulasi. Nah bagaimana caranya, walaupun itu nggak mudah harus kita cari jalan menghentikan rantai distribusi itu," terangnya.

(mkl/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads