Cabai dan Bawang Merah Mahal, Kemendag: Memang Waktunya Harga Naik

Cabai dan Bawang Merah Mahal, Kemendag: Memang Waktunya Harga Naik

Michael Agustinus - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2016 12:52 WIB
Cabai dan Bawang Merah Mahal, Kemendag: Memang Waktunya Harga Naik
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa harga cabai merah dan bawang merah mengalami kenaikan masing-masing sebesar 16,31% dan 7,86% sepanjang Januari 2016. Keduanya pun turut menyumbang inflasi dari sisi kenaikan harga bahan pangan.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkapkan bahwa kenaikan harga cabai maupun bawang di bulan Januari adalah hal yang wajar, sebab siklus musimnya memang demikian, produksi bawang dan cabai pada awal tahun sangat rendah. Ditambah lagi ada faktor lain seperti penyusutan di musim hujan dan sebagainya.

"Memang waktunya harga cabai dan bawang naik. Kan iklim masalahnya. Apalagi musim hujan, petani menunda petik, ada susut di jalan, jadi bagaimana?" kata Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina, kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (2/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, memang ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk meredam volatilitas harga cabai dan bawang. Pertama, dengan memperbaiki penanganan pasca panen cabai dan bawang. Perbaikan pasca panen akan membuat kualitas cabai maupun bawang lebih baik dan tahan lebih lama.

"Untuk cabai dan bawang kita memang memerlukan penyimpanan. Harusnya setelah panen dikeringkan, kan harusnya ada gudang-gudang pengeringan, sekarang ini kebanyakan hanya di rumah-rumah penduduk. Kita tidak bikin gudang skala besar untuk penyimpanan sampai kering. Dipetik 2 hari sudah dijual, kualitasnya jadi jelek, harganya pun jatuh di petani," papar Srie.

Kedua, harus ada pembangunan infrastruktur penyimpanan yang baik untuk cabai dan bawang. Dengan begitu, pasokan cabai dan bawang bisa lebih stabil, ada stok saat produksi sedang minim.

"Di setiap rantai harus punya infrastruktur pergudangan dan sebagainya, sehingga bawang merah misalnya bisa disimpan sampai 3 minggu, bisa dijadikan stok, saat harga naik dilepas," ucapnya.

Ketiga, cabai yang ditanam di suatu daerah harus disesuaikan dengan selera masyarakat di sekitarnya untuk menghemat biaya distribusi. Penghematan biaya distribusi dapat membuat harga cabai dan bawang lebih murah.

"Kadang juga varietas yang ditanam di suatu daerah itu tidak diminati di daerah itu sendiri. Misalnya di Lampung, varietasnya diminati oleh Sumatera Barat, padahal Sumatera Barat juga produksi cabai. Masyarakatnya minta cabai yang lain. Kementan harus sudah mulai melakukan pemetaan itu dan menanam sesuai varietas yang diminati di daerah itu," tutup Srie.

Sebagai informasi, BPS pada Senin (1/2/2016) kemarin mengumumkan laju inflasi Januari 2016 sebesar 0,51%. Bahan pangan menjadi salah satu pemicu inflasi Januari. Kepala BPS, Suryamin menjelaskan, kontribusi bahan terhadap laju inflasi bulan lalu sebesar 2,2%.

"Ada kenaikan daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, beras dan daging sapi," ujar Suryamin. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads