Mentan Sarankan Petani Jual Gabah Kepada Bulog

Mentan Sarankan Petani Jual Gabah Kepada Bulog

Muhammad Aminudin - detikFinance
Selasa, 02 Feb 2016 20:55 WIB
Mentan Sarankan Petani Jual Gabah Kepada Bulog
Foto: Ari Saputra
Malang - Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta petani menjual gabah kepada Perum Bulog. Amran beralasan, Bulog merupakan garda terdepan untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional. Selain itu, keberadaan Bulog bisa menstabilkan harga bahan pokok di pasaran dikala harga bahan pokok tidak terkendali.

Hal ini disampaikan Amran saat berdialog dengan petani Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Selasa (2/2/2016). Dalam panen raya ini, turut hadir Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Jusuf bersama Pjs Bupati Malang, Hadi Prasetyo.

"Kami harapkan ada sinergi antara petani dan Bulog. Makanya gabah hasil panen dijual hanya kepada Bulog saja," ucap Amran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mendengar pernyataan Mentan, salah satu petani yang ikut dalam dialog bersuara, agar Bulog mau turun ke petani untuk membeli gabahnya. Karena selama ini, Bulog tidak pernah hadir ke petani sehingga gabah tetap dijual ke tengkulak.

"Harusnya Bulog turun, jadi kami tidak kesulitan untuk menjual hasil panen," ungkap seorang petani.

Menanggapi itu, Amran hanya menegaskan bahwa komunikasi harus terjalin dua arah. Direktur Bulog yang hadir dalam kesempatan itu, juga diminta memikirkan usulan petani sehingga peran Bulog bisa sampai ke tingkat bawah.

"Sekarang ini tiap hari panen, dan tiap bulannya mencapai 500 ribu ton. InsyaAllah mudah-mudahan produksi kita cukup," lanjut Amran.

Selain itu, Amran menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani kekeringan agar tidak berdampak terlalu besar terhadap produksi pertanian. Salah satu caranya ialah dengan memberikan bantuan 10 alat dan mesin pertanian (alsintan) dan pembangunan embung.

Bantuan alsintan ini meliputi beberapa jenis kebutuhan petani, yaitu alat penanam padi, hand tracktor, alat pemanen padi, juga alat pengolah padi. Rencananya, bukan hanya petani di sana yang akan dapat bantuan, tapi petani di seluruh Indonesia.

Setiap tahunnya, pemerintah akan memberikan bantuan ke petani. Jumlah bantuan alsintan mulai tahun 2014 sampai tahun 2015 selalu naik. Rencananya, Kementan pada tahun 2016 akan kembali memberi bantuan alsintan sebanyak 100.000 unit ke petani di seluruh Indonesia.

Menurut dia, bantuan alsintan dapat meningkatkan pertanaman di Indonesia.

"Tahun 2014 hanya ada bantuan sebanyak 4.000 alsintan saja. Tahun 2015, kami tambah menjadi menjadi 80.000 bantuan. Naiknya 2000%," terang Amran ketika berdialog bersama petani.

Para petani yang mendengar janji menteri langsung angkat bicara. Karena menurut informasi yang didapat para petani, hanya Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang berbadan hukum saja yang akan diberi bantuan.

"Kami harap jangan sampai dibuat badan hukum, tetapi cukup SK bupati atau bagaimana agar petani kecil tetap dapat bantuan," harap petani.

Mendengar keluh kesah para petani tersebut, Amran langsung menjelaskan, bagi penerima bantuan alsintan tidak harus berbadan hukum.

"Tidak perlu itu, bantuan 100 ribu benih juga tidak perlu badan hukum. Yang penting benihnya di tanam di wilayah Indonesia, itu intinya," terang Amran. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads