Ini 4 Kriteria Pasar Tradisional yang Bisa Direvitalisasi

Ini 4 Kriteria Pasar Tradisional yang Bisa Direvitalisasi

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2016 16:23 WIB
Ini 4 Kriteria Pasar Tradisional yang Bisa Direvitalisasi
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Komisi VI DPR RI menggelar Rapat Kerja dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membahas Revitalisasi 1000 pasar rakyat. Program Revitalisasi Pasar ini dimaksudkan untuk mendorong agar pasar rakyat dapat bersaing dengan pusat perbelanjaan dan toko modern.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila Pemerintah Daerah (Pemda) mengusulkan pasar yang akan direvitalisasi, yaitu
  • Pasar yang usianya sudah lebih dari 25 tahun
  • Pasar yang mengalami bencana kebakaran, pasca bencana alam, pasca konflik sosial
  • Pasar yang merupakan jalur distribusi, pasar sabuk niaga, pasar komoditas spesifik
  • Pasar yang belum memiliki bangunan utama
"Ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi oleh calon pasar rakyat yang diusulkan oleh Pemerintah Daerah, yaitu usia pasar sudah lebih dari 25 tahun, mengalami bencana, jalur distribusi, dan belum memiliki bangunan utama namun telah memiliki embrio," ujar Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

Namun, anggota komisi VI dari Fraksi PKS, Refrizal memprotes adanya ketidakadilan dalam pemilihan pasar yang akan direvitalisasi. Menurutnya, di daerah Sumatera Barat, ada pasar besar yang terkena bencana dan belum mendapatkan revitalisasi pasar hingga saat ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bapak belum pernah ke Padang barangkali, dulu pernah dikunjungi Komisi VI, saya kira bukan kaya pasar lagi itu dan harus menjadi perhatian dan prioritas, saya gak kriteria apa yang bapak sebut untuk jadi perhatian itu saya gak tau, misalnya di Klewer abis kebakar dapat perhatian di Sorong dapat perhatian khusus saya gak tau kriterianya (dapat perhatian khusus) apa, saya setuju kalau kena bencana di revitalisasi, tapi Pasar Padang tuh abis bencana pak, hancur semua, sekarang pedagang yang punya toko itu berdagang di kaki lima," ungkap Refrizal.

Menanggapi hal ini, Lembong mengatakan kritisi itu baik agar kita kedepannya lebih baik lagi dalam merevitalisasi pasar dan juga lebih merata.

"Saya apresiasi banyak usulan konkrit agar pasar rakyat bisa lebih optimal," tutup Lembong. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads