Data Produksi Pangan Tak Akurat, Ini Respons Kemendag

Data Produksi Pangan Tak Akurat, Ini Respons Kemendag

Dina Rayanti - detikFinance
Rabu, 03 Feb 2016 17:35 WIB
Data Produksi Pangan Tak Akurat, Ini Respons Kemendag
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) sedang disorot lantaran data surplus produksi pangan dinilai tak sesuai kenyataan di lapangan. Menyikapi masalah ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) memilih untuk mengecek langsung kondisi pasokan bahan pangan di pasar.

Sebab, ada atau tidaknya indikasi kekurangan pasokan bahan pangan bisa dilihat dari kondisi di pasar.

"Yang jelas Kemendag sangat percaya indikasi di pasar," ujar Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Srie Agustina usai rapat kerja Komisi VI DPR dengan Menteri Perdagangan di DPR, Jakarta, Rabu (3/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Srie memberi contoh pasokan di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur. Menurutnya, jika pasokan beras di Pasar Induk Cipinang kurang dari 2.500-3.000 ton per hari, artinya ada indikasi masalah yang sedang terjadi. Misalnya, panen tertunda atau akibat jalan rusak sehingga distribusi terganggu.

Selain beras, Srie mencontohkan lagi cabai dan bawang merah. Dia menjelaskan, untuk mengecek indikasi kekurangan pasokan cabai dan bawang merah maka acuannya adalah Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jika pasokan cabai dan bawang merah di Pasar Induk Kramat Jati tersendat, artinya ada indikasi masalah. Misalnya, petani butuh waktu untuk pengeringan agar harga jual cabai dan bawang lebih tinggi.

"Jadi, yang kami (Kemendag) percayai adalah data indikasi pasar," kata Srie.

Sebelumnya, Kementan sempat dikritik karena data produksi pangan surplus ternyata tak sesuai kenyataan. Salah satu indikasinya, sejumlah bahan pangan masih impor. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads