"Di Puket, Thailand. Ada dua kapal, namanya China, ABK China tapi bendera Indonesia. Ditangkap di Thailand. Habis menangkap tuna di Hindia Ocean," ungkap Susi di kantornya, Jakarta, Rabu (3/2/2016)
Ini terjadi pada pekan lalu. Kedua kapal tersebut diketahui tidak memberikan laporan kepada pihak pelabuhan saat keberangkatan. Sehingga ketika kembali, otoritas setempat langsung mengambil langkah penegakan hukum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Susi langsung memerintahkan Satuan Tugas (Satgas) illegal fishing mengecek penangkapan tersebut. Ini dikarenakan selain berbendera Indonesia, salah satu Anak Buah Kapal (ABK) dimungkinkan berasal dari Indonesia.
"Ini harusnya satgas langsung ke pemerintah Thailand. Kirim surat saja Pak ke pemerintah Thailand," pungkasnya. (mkl/wdl)











































