Penjelasan ini menindaklanjuti permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada Menteri BUMN, Rini Soemarno, agar menjelaskan kepada publik tentang proyek High Speed Train (HST).
Rini sendiri hari ini diwakil oleh Staf Khusus Menteri BUMN, Sahala Lumban Gaol dan Riza Primadi, kemudian Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahala menjelaskan, kronologi awal BUMN menerima penugasan proyek kereta cepat sampai proses pengurusan izin hingga goundbreaking. Sahala, pada awal penjelasan, menyebut proyek kereta cepat merupakan penugasan Presiden Jokowi ke BUMN.
Selanjutnya, BUMN Indonesia menggandeng BUMN China yang diketuai oleh China Railway International.
"Kami di sini ingin jelaskan mengenai, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung," sebutnya.
Hadir pada kesempatan ini, para anggota konsorsium Indonesia seperti PT Jasa Marga Tbk, PT Wijaya Karya Tbk, PTPN VIII, PT KAI kemudian konsorsium China seperti China Railway International, China Railway Group, Sinohydro Coperation Limited, CRRC Corporation Limited, China Railway Signal and Communication Corp. (feb/hns)










































