"Saat ini pembebasan lahan baru sekitar 90%. Tapi kalau bulan Maret bisa tuntas 100% saja, konstruksi bisa 100% akhir tahun. Kami optimistis," tutur Direktur Utama PT Citra Washpputowa Triagus Priyanto, di lokasi proyek pembangunan Tol Depok-Antasari, Kamis (4/2/2016).
Triagus mengatakan, bila pembebasan lahan tak segera dituntaskan, bakal mengancam penyelesaian proyek Jalan Tol dengan nilai investasi Rp 4,7 triliun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proyek tol Antasari-Depok memiliki nilai total investasi Rp 4,767 triliun. Pembangunannya dibagi dalam dua seksi.
Pembangunan seksi I yaitu ruas Antasari-Sawangan sepanjang 12 Km pembebasan lahannya baru 70%, mencakup seksi IA sepanjang 6,85 Km (Antasari-Krukut) yang pembebasan lahannya sudah 90%, seksi IB sepanjang 6,3 Km (Krukut-Sawangan).
Kemudian Seksi II, ruas Sawangan-Bojonggede sepanjang 9,5 Km. Rencananya pembangunan fisiknya direncanakan pada awal 2023 dan diharapkan mulai beroperasi pada 2024.
Untuk seksi I, wilayah kelurahan yang akan dilewati antara lain Cilandak Timur, Cilandak Barat, Pondok Labu, Ciganjur dan Cipedak di wilayah administratif Jakarta Selatan. Serta kelurahan Pangkalan Jati Baru, Gandul, Krukut, Grogol dan Rangkap Jaya di wilayah Kota Depok.
Untuk seksi II, setelah dari Sawangan, jalur tol akan mengarah ke kawasan Bojong Gede, Bogor melewati kelurahan Rangkap Jaya Baru, Cipayung dan Cipayung Jaya di Kota Depok, serta Kelurahan Pabuaran dan Susukan di wilayah Kabupaten Bogor. (dna/drk)











































