Perusahaan di AS Pangkas 75.000 Karyawan Selama Januari 2016, Naik 218%

Perusahaan di AS Pangkas 75.000 Karyawan Selama Januari 2016, Naik 218%

Wahyu Daniel - detikFinance
Jumat, 05 Feb 2016 13:07 WIB
Perusahaan di AS Pangkas 75.000 Karyawan Selama Januari 2016, Naik 218%
Foto: Reuters
Jakarta - Kondisi ekonomi melambat dihadapi oleh sejumlah negara, termasuk juga Amerika Serikat (AS) selaku negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Sebanyak 75.114 karyawan jadi 'korban' pemangkasan perusahaan di AS selama Januari 2016.

Jumlah pemangkasan karyawan selama Januari 2016 ini naik 218% dibandingkan Desember 2015 yang jumlahnya di bawah 24.000 karyawan.

Demikian data dari perusahaan penyedia lowongan, Challenger, Gray & Christmas, seperti dilansir dari CNN, Jumat (5/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemangkasan jumlah karyawan di Januari 2016 terbanyak dilakukan oleh perusahaan sektor energi dan ritel.

Walmart dan Macy's, perusahaan ritel, menutup sejumlah toko dan mengurangi jumlah karyawannya karena kompetisi yang ketat dengan toko online yang menjamur. Walmart berencana menutup 269 toko di seluruh dunia, dan berpotensi memangkas 10.000 karyawan.

Harga minyak yang turun dari US$ 100/barel di pertengahan 2014 lalu menjadi US$ 30/barel saat ini juga menjadi masalah. Sejumlah perusahaan minyak menuju kebangkrutan, dan terpaksa melakukan efisiensi dengan cara pemangkasan jumlah karyawan.

Semua orang di AS saat ini memang memantau ketat kondisi sektor tenaga kerja. Tingkat pengangguran memang kecil, tapi mayoritas warga AS khawatir soal arah ekonomi saat ini, khususnya nasib masa depan mereka dan anak-anak mereka.

Ada sejumlah sinyal buruk ekonomi, di mana pertumbuhan ekonomi melambat tahun lalu. Sektor manufaktur di AS bisa dikatakan resesi.

Banyak pakar mengatakan, ekonomi AS akan naik tahun ini, namun hal tersebut masih tergantung kepada laju konsumsi warga AS.

Tiap pekan, pemerintah AS melaporkan berapa banyak jumlah warganya yang mengajukan tunjangan negara khusus pengangguran baru. Pekan lalu, ada 285.000 orang yang mengajukan tunjangan ini.

Jumlah pemangkasan jumlah karyawan di Januari 2016 naik 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (wdl/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads