"4,79% tahun ini sudah sesuai dengan perkiraan," ungkap Bambang di kantornya, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2015, asumsi pertumbuhan ekonomi adalah 5,7%. Akan tetapi di pertengahan tahun, banyak faktor yang mempengaruhi perekonomian nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kuartal I-2016, realisasi pertumbuhan ekonomi 4,73%, kuartal II sebesar 4,66%, kuartal III sebesar 4,74%, dan kuartal IV meloncat ke level 5,04%.
"Yang paling penting keyakinan kami bahwa bottom nya itu kuartal II, artinya kuartal III dan IV sudah membaik," paparnya.
Faktor perlambatan ekonomi, kata Bambang, tidak terlepas dari faktor global. Negara maju dengan ekonomi yang belum membaik, harga komoditas yang masih rendah dan masih adanya gejolak pasar keuangan.
"Komoditas itu memicu pertumbuhan konsumsi di masa lalu. Kalau komoditas sudah hilang, tumpuannya enggak ada lagi. Sehingga konsumsi bergantung pada belanja pemerintah. Artinya dari sisi kami sudah menjalankan tugas, investasi dan konsumsi pemerintah naik. Tinggal sekarang dampaknya ke sektor rill," terang Bambang.
Lalu bagaimana dengan proyeksi 2016 dengan target 5,3%?
"Kami berharap 2016 ini polanya mengarah ke perkiraan kami yang 5,3%," pungkasnya. (mkl/drk)











































