Pasalnya, kebutuhan daging sapi di Jakarta mencapai 60 ton per hari, 299 ekor sapi yang dibawa kapal ternak hanya mampu memenuhi sekitar 10%-15% dari kebutuhan selama 1 hari di Jakarta.
"Dengan datangnya 299 ekor sapi dari NTT dan NTB tidak serta merta dapat menekan turunnya harga daging sapi secara signifikan karena pasokan tersebut sangat sedikit untuk kebutuhan Jakarta dan sekitarnya," kata Ketua Komite Daging Sapi Jakarta Raya, Sarman Simanjorang, melalui pesan singkat kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (9/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang diperlukan pasar adalah pasokan dan ketersediaan untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang. Kebutuhan daging sapi untuk Jakarta dan sekitarnya mencapai 60 ton per hari," ujarnya.
Dia menambahkan, persoalan harga daging sapi harus dibenahi dari berbagai sisi, tidak cukup hanya dengan kapal ternak. Populasi sapi lokal juga harus ditingkatkan agar kapal ternak mendapat suplai melimpah. Pemerintah diminta serius membenahi berbagai masalah di produksi dan distribusi daging sapi.
"Gejolak harga daging sapi berulang-ulang terjadi harus disikapi serius oleh pemerintah dengan kebijakan yang benar-benar mampu menjamin pasokan ke pasar," tutupnya.
Sebagai informasi, Kapal ternak KM Camara Nusantara I pada pukul 06.30 WIB pagi ini kembali merapat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dengan membawa 299 ekor sapi. Dari 500 ekor yang dibawa dari Pelabuhan Tenau, NTT, sebanyak 167 ekor sapi diturunkan di Cirebon tanggal 8 Februari lalu dan 33 ekor sapi di Surabaya tanggal 6 Februari. (hns/hns)











































