"Ayam sekarang turun Rp 35.000/ekor, turun Rp 5.000, sudah seminggu terakhir ini lah," kata Iwan, salah satu pedagang ayam, di lokasi, Selasa (9/2/2016).
Namun, penurunan harga ini masih dikeluhkan oleh Iwan. Ia mengatakan, penurunan harga ayam ini tidak disertai dengan meningkatnya konsumen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Iwan menambahkan, pasokan ayam untuk saat ini sudah normal kembali yang sebelumnya sempat kosong di pasaran saat harganya menyentuh Rp 45.000/ekor.
"Waktu mahal itu susah dapat barangnya, sempat kosong, tapi kalau sekarang sudah mulai stabil," kata dia.
Sebagai informasi, harga jagung di tingkat petani sempat naik. Namun, harga itu akhirnya turun setelah jagung impor yang sempat ditahan di sejumlah pelabuhan dilepaskan ke pasar. Menteri Perdagangan Thomas Lembong akhirnya memutuskan untuk membebaskan 445.500 ton jagung yang saat ditahan Kementerian Pertanian (Kementan) di sejumlah pelabuhan di Medan, Semarang, Banten, dan Jawa Barat.
Jagung impor tersebut dibeli Perum Bulog dan segera disalurkan ke peternak yang membutuhkan jagung sebagai bahan baku pakan ternak. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri ketidakpastian mengenai kelanjutan dari impor jagung yang sebagian telah memasuki pelabuhan wilayah Indonesia tersebut.
Tom Lembong menjelaskan, keputusannya ini didasari oleh fakta bahwa kenaikan harga jagung untuk pakan ternak akhir-akhir ini mengindikasikan adanya kekurangan pasokan atau terjadi kelangkaan.
"Jagung lokal dengan spesifikasi kebutuhan pakan sebenarnya tersedia, namun lokasinya di daerah-daerah yang terpencar dan tidak berdekatan dengan lokasi pabrik pakan," kata Tom Lembong. (drk/drk)











































