Darmin menjelaskan, sejauh ini harga beras masih dalam perkiraan pemerintah. Pada Januari 2016, harga beras memang meningkat dan menyumbang inflasi cukup besar. Badan Pusat Statistik (BPS) sempat memberikan peringatan kepada pemerintah.
"Rakor (rapat koordinasi) terakhir kita kan bulan Januari awal, kelihatannya masih sesuai dengan rakor itu mengenai beras (terkendali)," ungkap Darmin di kantornya, Selasa (9/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jagung yang diimpor dibeli oleh Bulog dan Bulog sudah salurkan ke masyarakat dan ke pabrik-pabrik yang membutuhkan, sehingga harga memang belum ideal tapi sudah mulai turun ke angka Rp 5000 per kg, tadinya kan Rp 6500 per kg," paparnya. (mkl/hns)











































