Kementerian PUPR Targetkan Renovasi GBK Selesai Juli 2017

Kementerian PUPR Targetkan Renovasi GBK Selesai Juli 2017

Dana Aditiasari - detikFinance
Rabu, 10 Feb 2016 18:42 WIB
Kementerian PUPR Targetkan Renovasi GBK Selesai Juli 2017
Foto: Jabbar/detikcom
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bakal melakukan renovasi kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) seluas 87 hektar di Jakarta untuk menghadapi perhelatan akbar Asian Games di 2018 mendatang.

Direktur Penataan Bangunan Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR, Adjar Prajudi mengatakan, renovasi 14 venue yang akan digunakan untuk Asian Games ke-18 pada Agustus 2018 mendatang tersebut ditargetkan selesai pada pertengahan 2017.

"Rencananya renovasi untuk beberapa venue akan kita selesaikan Juli 2017. Sekarang sudah menyusun desain. Kita sudah harus lelangkan konstruksinya pas Idul Fitri atau Juli 2016," jelas dia di kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (10/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masa konstruksi renovasi GBK senilai Rp 2 triliun ini diperkirakan bakal memakan waktu selama 13 bulan sehingga ditargetkan selesai pada Juli 2017.

Adapun proses pekerjaan konstruksi akan dilakukan Kementerian PUPR melalui Ditjen Cipta Karya bekerjasama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) baik dalam tahapan perencanaan, pengawasan berkala, perbaikan pasca test event hingga berakhirnya pelaksanaan Asian Games.

Ada dua skenario penanganan renovasi kompleks olahraga GBK, yakni sistem kontrak konvensional dan sistem kontrak design and build.

"Untuk sistem kontrak konvensional, sebelum kontrak dibuat dulu desain bangunannya baru setelah itu dibuat detail engineering-nya kemudian penyusunan dokumen kontrak baru dilelangkan pada Mei-Juni 2016," jelas Adjar

Sementara untuk sistem kontrak design and building, menurut Adjar, hampir sama dengan sistem kontrak konvensional, namun bedanya pelelangan bukan pada konstruksinya melainkan pada bentuk desainnya.

Pelelangan design and build sendiri akan dimulai dari Februari sampai April 2016.

Adapun sistem kontrak konvensional akan diterapkan pada komponen bangunan venue seperti Stadion Tenis Indoor dan Outdoor, Stadion Madya, Gedung Basket, Gedung Latihan Bulu Tangkis, Gedung Bola Voli, Lapangan Hockey, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A, Penataan Lingkungan Kompleks GBK, dan Penataan Lingkungan Kawasan Kampung Atlit Kemayoran.

Sementara untuk sistem kontrak design and build akan digunakan pada venue-venue seperti Stadion Utama GBK, Stadion Renang, Istora Senayan, Lapangan Softball Pintu I dan II.

Adapun total kebutuhan dana kegiatan renovasi ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun. Dana tersebut, kata dia, akan dipenuhi dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2016 yang masuk di DIPA Kementerian PUPR.

Selain itu, ada sumber pendanaan lain yang dialihkan dari alokasi Kementerian Pemuda dan Olehraga (Kemenpora) sebesar Rp 500 miliar. Ditambah lagi dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Dengan dana sebesar itu, kegiatan renovasi akan dilakukan terhadap hampir seluruh kompleks olahraga Gelora Bung Karno (GBK) seluas 87 hektar di Jakarta.

Renovasi itu meliputi 14 venue, di antaranya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Tenis Indoor dan Outdoor, Gedung Stadion Madya, Gedung Basket.

Ada pula Lapangan Hoki, Lapangan Panahan, Lapangan Sepakbola A/B/C, Stadion Renang, Istora Senayan, Lapangan Softball Pintu Satu, Lapangan Latihan Bulu Tangkis (Hall ABC), Gedung Bola Voli, Lapangan Softball Cemara III, dan Lapangan Bulu Tangkis. (dna/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads