"Kegiatan perbaikan sudah mulai kita lakukan di sisi jalan bagian utara atau bagian jalan yang mengarah ke Pejagan. Sudah kita kerjakan satu dua bulan ini," ujar Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, M Choliq dihubungi detikFinance, Rabu (10/2/2016).
Untuk melakukan perbaikan ini, kontraktor pelaksana yang ditunjuk adalah PT Adhi Karya Tbk, perusahaan yang sama yang menjadi kontraktor pelaksana pembangunan saat ruas jalan tol ini pertama kali dibangun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari catatan monitoring Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), kondisi Jalan Tol Kanci Pejagan saat ini banyak lubang dan retakan baik di badan jalan maupun di bahu jalan. Kondisi retakan dan lubang diakibatkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil dan proses pekerjaan yang kurang sempurna di awal pembangunan.
Jalan Tol Kanci-Pejagan adalah bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol yang dibangun pada 2008-2010 tersebut menghubungkan Kanci yang berada di Cirebon hingga Pejagan di Brebes, melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes.
Jalan tol ini dimiliki dan dikelola oleh PT Semesta Marga Raya, semula merupakan anak usaha Bakrie Toll Road. Lalu pada November 2012 PT MNC Infrastruktur Utama mengakuisisi Bakrie Toll Road, yang secara otomatis seluruh jalan tol yang dikelola Bakrie Toll Road termasuk PT Semesta Marga Raya dikuasai penuh oleh perusahaan milik pengusaha Hary Tanoesoedibjo.
Pada September 2015, Waskita Karya mengambil alih sebagian besar kepemilikan saham PT Semesta Marga Raya. Proses akuisisi berbarengan dengan akuisisi dua Badan Usaha yang mengelola dua jalan tol lainnya, yakni PT Pemalang Batang Toll Road pengelola jalan Tol Pemalang-Batang, serta PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol pengelola jalan Tol Pasuruan-Probolinggo. (dna/wdl)










































