Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Herry Trisaputra Zuna mengatakan, perbaikan yang dilakukan tidak sekedar meliputi perbaikan struktur bangunan, namun hingga peningkatan kualitas jalan tol itu sendiri.
"Kan sekarang Jalan Tol Kanci-Pejagan itu bentuknya jalan beton. Dengan perbaikan ini, akan dilakukan juga over lay (pelapisan) dengan aspal," ungkap Herry, ditemui detikFinance di kantornya, Jakarta, Rabu (10/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pekerjaannya, bagian yang retak dan berlubang dibongkar. Diangkat betonnya, dibuang. Kemudian diperbaiki struktur tanah dasarnya. Baru kemudian dibeton ulang. Terakhir di-over lay menggunakan aspal," papar Herry.
Adapun pekerjaan dilakukan bertahap sehingga tidak perlu melakukan penutupan ruas jalan tol selama perbaikan. "Bertahap dari pinggir. Jadi dari sisi bahu jalan baru ke tengah," pungkas dia.
Dari catatan monitoring, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), kondisi Jalan Tol Kanci Pejagan saat ini banyak lubang dan retakan baik di badan jalan maupun di bahu jalan. Kondisi retakan dan lubang diakibatkan oleh kondisi tanah yang tidak stabil dan proses pekerjaan yang kurang sempurna di awal pembangunan.
Jalan Tol Kanci-Pejagan adalah bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Jalan tol yang dibangun pada 2008-2010 tersebut menghubungkan Kanci yang berada di Cirebon hingga Pejagan di Brebes, melintasi Kota dan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Brebes. (dna/wdl)











































