Direktur Utama Garuda, Arief Wibowo mengatakan, kemarin malam dirinya bersama Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto telah menemui Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan untuk meminta persetujuan mengenai rencana tersebut.
"Kesimpulan dari Menteri Perhubungan, kepada Garuda dan Pertamina silakan koordinasikan dengan AP II (Angkasa Pura II), karena yang rekomendasi dari Kementerian Perhubungan, adalah AP II yang mengelola," kata Arief saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (11/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, untuk tahap awal Garuda Indonesia akan terbang ke 8 destinasi jarak pendek seperti Sumatera bagian selatan, Kalimantan Selatan dan Jawa Tengah. Garuda akan memakai pesawat baling-baling berkapasitas 70 penumpang berjenis ATR 72-600.
Selain itu, Pelita Air Service menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk pengembangan dan renovasi bandara tersebut.
"Itu runway kan sudah beres perawatan dan harus dicek dievaluasi oleh Direktur Bandara Kemenhub," jelas Arief. (wdl/hns)











































