Ditemui awak media usai menghadiri pertemuan tersebut, Pakdhe Karwo - panggilan akrab Soekarwo - menjelaskan, pertemuan tersebut banyak membahas rencana pengembangan infrastruktur perhubungan di provinsi paling timur di Jawa tersebut.
"Tadi membahas infrastruktur perhubungan di Jawa Timur. Ada untuk darat, laut, kereta api, dan udara," ujar Soekarwo, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemudian ada untuk Bandara di Purboyo untuk yang di Malang Selatan. Itu untuk ganti Bandara yang di Abdurrahman Saleh. Saya kira itu kalau sudah semua seperti itu, distribusi barang dan orang sangat cepat, dan itu bagian di dalam efisiensi untuk barang dan jasa," sambung dia.
Selanjutnya, kata Soekarwo, dalam pertemuan tersebut dibahas juga masalah tindak lanjut pembangunan lintasan ganda kereta api alias double track di selatan Jawa.
"Yang kereta api, dibahas double track dimulai dari Surabaya tahun 2016. Target kami paling lambat selesai 2018, tapi bisa 2017," pungkas dia. (dna/wdl)










































