Soal Konsesi Blok Ambalat, Menteri ESDM Pertimbangkan Tegur Shell
Rabu, 09 Mar 2005 20:21 WIB
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Puronomo Yusgiantoro akan mempertimbangkan untuk memberi teguran pada perusahaan minyak Shell yang beberapa saat lalu telah diberi konsesi Petronas untuk mengelola blok Ambalat yang diklaim milik Malaysia. Hal itu diungkapkan Purnomo di Kantor Departemen ESDM di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (9/3/2005). Purnomo mengungkapkan hal itu usai menyerahkan data penyelewangan BBM kepada kejaksaan dan kepolisian."Kita masih akan mempelajari ini (memberi teguran pada Shell)," katanya ketika ditanya wartawan.Purnomo mengatakan Indonesia tetap berkeyakinan Ambalat masuk ke wilayah Indonesia. Masalah ini adalah masalah kedaulatan. Purnomo juga menegaskan Unocal tetap melanjutkan tahapan-tahapan mengeksplorasi Ambalat. "Pada tahun ini, menurut jadwal, Unocal masih melakukan studi, dan baru tahun 2006 akan melakukan eksplorasi," ujarnya.Menurutnya, perusahaan minyak Shell sebelumnya telah mengelola Ambalat namun pada tahun 1999, dialihkan pada ENI, perusahaan minyak asal Italia. Saat itut, ENI telah mengebor satu sumur, tapi ternyata sumur itu kering. Purnomo menambahkan, ENI juga kembali mengebor sumur lain di blok sebelahnya yaitu Bukat dan mendapatkan potensi hidrokarbon cukup besar. Purnomo mengakui, di blok tersebut terdapat prospek minyak dan gas yang dapat eksploitasi. Saat ini, Shell berusaha kembali ke Ambalat melalui Malaysia. Padahal, sebelumnya, saat dikelola Shell telah dilimpahkan secara bisnis ke ENI.
(mar/)











































