Investasi properti tentu masih aman, tapi modalnya besar dan jualnya butuh waktu lama. Nah, para ahli menyarankan investor mulai melirik kembali beli emas batangan.
Memang harga emas batangan sudah bergerak datar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, prediksinya tahun ini si logam mulia berwarna kuning ini harganya akan menanjak secara perlahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggaplah ini sebagai asuransi. Jadi, ketika investasi saham Anda anjlok, masih ada produk yang nilainya stabil yaitu emas. Cukup alokasikan sekitar 5-10% saja dari total portofolio Anda untuk membeli emas.
"Emas batangan itu sangat likuid (mudah dicairkan alias dijual). Kalau sudah pegang emas batangannya, Anda bisa investasi juga di emas berjangka, derivatif, dan lain-lain," katanya seperti dikutip dari CNBC, Senin (15/2/2016).
Emang batangan juga, tambah Nichols, sulit dipalsukan sehingga jadi instrumen investasi yang aman. Hal yang serupa juga diungkapkan oleh Presiden Direktur Adrian Day Asset Management, Adrian Day.
"Investor harus beli emas batangan dulu sebelum mulai beli saham perusahaan tambang emas, ini untuk hedging, bantalan, asuransi," ujar Day.
Pasar keuangan dunia masih bergerak fluktuatif sejak awal 2016 ini. Sementara harga emas dunia malah sudah naik 17,1% di tengah gejolak pasar keuangan, menyentuh US$ 1.242,70 per ounce akhir pekan lalu. (ang/drk)
