Jaminan kepastian ini ditunjukkan dengan adanya komitmen pasokan 4.500 ekor sapi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk 9 kali pengapalan berikutnya. Dalam 1 kali perjalanan pulang pergi (voyage), kapal ternak mampu membawa 500 ekor sapi.
"Hambatan dengan peternakan sudah teratasi. Pada voyage akan datang ada 4.500 ekor sapi. 1 voyage bawa 500 ekor jadi ada 9 kali," kata Direktur Lalu Lintas Angkutan Laut, Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub, Hari Setyobudi di lokasi acara Keel Laying Pembangunan 5 Unit Kapal Ternak di area Galangan Kapal Milik PT Bahtera Bahari Shipyard, Batam, Senin (15/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemenhub mengakui hingga penghujung 2016 bakal ada tambahan 1 unit lagi kapal ternak siap operasi. Rencananya, kapal ternak tambahan difungsikan mendukung rute Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ke Pulau Jawa.
Dengan adanya 2 kapal ternak untuk rute itu, Hari menyebut jadwal keberangkatan kapal ternak akan diperpendek dari 2 minggu menjadi 1 minggu sekali.
"Dia ada cross di tengah sehingga bisa berkurang 7 hari," tambahnya.
Di tempat yang sama, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Kementan, Fini Murfiani menjelaskan pihaknya kini juga menggandeng pedagang lokal untuk memastikan bila pasokan sapi bisa tersedia sesuai jadwal.
"Semua pelaku sapi kita ajak kerja sama. Ini kita informasikan ada rute terjadwal dari daerah sentra dan kapan mereka harus siapkan," ujar Fini. (feb/hns)











































