Direktur Utama AP II, Budi Karya Sumadi, mengungkapkan perseroan menyiapkan dana Rp 100 miliar untuk pengerjaan terminal, landasan (runway), dan fasilitas lain sebelum ada penerbangan langsung Jakarta-Tapanuli Utara.
"Kita siapkan Rp 80-100 miliar bangun kembali bandaranya. Sumber dana internal semua, dari kas semua, semoga selesai dalam 6 bulan ke depan," katanya ditemui di Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (15/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pengerjaan terminal sudah selesai tender. Sekarang tinggal tunggu tender runway," ungkap Budi.
Sementara itu, dari sisi jumlah penumpang, dalam tahap awal pihaknya menargetkan, minimal ada 20 penerbangan langsung dari dan ke Bandara Silangit dengan pesawat jenis Boeing 737 atau Airbus 320.
"Maunya 20 pergerakan saja dulu. Yah 20 kali 150 orang sehari berarti ada 2.000 penumpang. Kalau setahun kalikan saja itu," terang Budi.
Diungkapkan Budi, pengoperasian Bandara Silangit pasca pengembangan akan mengurangi penumpang yang selama ini mengandalkan Bandara Kualanamu.
"Kita bicara konektivitas, ada plus minusnya. Itu kan kaya pasar bebas, tergantung dari penerbangan apa yang disediakan. Kualanamu dan Silangit akan sama-sama meningkat, tapi Silangit lebih dekat, karena orang Tapanuli dan sekitarnya harus melakukan perjalanan 7-8 jam ke Kualanamu," tutupnya. (ang/ang)










































