Pedagang Ini Siasati Daging Ayam Tak Laku Diolah Jadi Fried Chicken

Pedagang Ini Siasati Daging Ayam Tak Laku Diolah Jadi Fried Chicken

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 16 Feb 2016 14:23 WIB
Pedagang Ini Siasati Daging Ayam Tak Laku Diolah Jadi Fried Chicken
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Harga daging ayam di awal tahun ini sempat melonjak tinggi karena dipicu mahalnya harga pakan ternak. Harga jagung yang jadi bahan baku utama pakan ternak loncat dari Rp 3.000/kg menjadi Rp 7.000/kg. Imbasnya, harga ayam naik hingga mencapai Rp 45.000/ekor.

Berdasarkan pantauan detikFinance di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, harga ayam sudah mengalami penurunan di kisaran Rp 35.000-40.000/ekor.

"Ya sekarang Rp 35.000/ekor, udah lumayan murah dibanding waktu itu sempat Rp 45.000/ekor, harga segitu juga pembeli masih nawar lebih murah lagi," kata seorang perempuan yang mengaku bernama War, pedagang ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (16/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengatakan adanya penurunan pembeli ini disebabkan adanya faktor ekonomi.

"Kayanya ekonomi lagi begini ya, jadi ya pembeli berkurang, tapi kalau stok sih gak susah masih banyak," kata War.

Untuk menyiasati hal ini, War mengolah ayam-ayam yang tidak laku dijual untuk dijadikan ayam fried chicken yang dijual oleh suaminya.

"Ini aku jualan sampai jam 10-an paling, nah sisa yang gak laku aku bikin fried chicken suamiku yang jualan, per potongnya dijual Rp 5.000-6.000," kata War.

Lain halnya dengan War, Jumini yang juga berjualan ayam di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, menyiasati barang dagannya dengan cara menurunkan harganya.

"Yang nggak laku biasanya dijual murah kalau ada yang mau beli, kalau gak ada ya paling dimasak sendiri dan dibagi-bagi aja ke tetangga atau saudara-saudara sekitar," kata Jumini. (hns/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads