Demikianlah diungkapkan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Gedung DPR, Jakarta (17/2/2016)
Ekonomi global hanya tumbuh 3,1% di bawah asumsi sebelumnya 3,3%. Bambang menilai realisasi tersebut belum menggembirakan bagi seluruh dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa kendala yang mempengaruhi Indonesia lainnya adalah harga minyak yang berada dalam tren penurunan dan harga komoditas Internasional. Kemudian pada pasar keuangan, dipengaruhi oleh spekulasi dari kenaikan suku bunga AS Federal Reserve (The Fed).
"Harga komoditas rendah padahal itu sebelumnya adalah andalan ekspor, kemudian dari Fed Fund Rate juga berpengaruh terhadap nilai tukar rupiah," ujarnya.
Komponen pendorong ekonomi terbesar adalah dari realisasi APBN. Meskipun banyak kendala, namun di akhir tahun berhasil direalisasikan sampai dengan 92% dari total belanja APBN. Belanja tersebut juga berada pada angka produktif.
"APBN 2015 berkontribusi penting untuk dorong pertumbuhan ekonomi 2015," kata Bambang. (mkl/hns)











































