Ada Kereta Cepat, Waktu Tempuh JKT-BDG Setara Naik Pesawat

Ada Kereta Cepat, Waktu Tempuh JKT-BDG Setara Naik Pesawat

Tya Eka Yulianti - detikFinance
Jumat, 19 Feb 2016 11:20 WIB
Ada Kereta Cepat, Waktu Tempuh JKT-BDG Setara Naik Pesawat
Foto: Ari Saputra
Bandung - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menyatakan kehadiran kereta cepat Jakarta-Bandung akan meningkatkan kualitas kehidupan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan kereta cepat, jarak tempuh Jakarta-Bandung bisa dipersingkat bahkan waktu tempuhnya setara naik pesawat terbang.

Hal itu disampaikan Rini saat hadir dalam acara Sosialisasi dan Dialog Publik Pembangunan Kereta Cepat di Hotel Grand Panghegar, Jalan Merdeka Bandung, Jumat (19/2/2016).

Acara ini dihadiri Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan, Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Hanggoro Budi Wiryawan, Pengamat Transportasi Harun Al Rasyid, dan juga tokoh masyarakat Jabar. Acara ini dikemas santai dengan MC, Farhan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi saya mendengar kalau sekarang Jakarta-Bandung 3 jam. Kita memberi alternatif dengan kereta cepat sekitar 30 menit, sehingga menghemat 2,5 jam," ujar Rini.

Selain menjadi moda transportasi massal, kereta cepat akan meningkatkan konektivitas yang akan memacu pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

"Kita mengurangi transportasi pribadi dengan berpindah ke transportasi massal sehingga orang-orang bisa lalu-lalang dengan cepat seperti kita melihat ke Jepang, China. Di situ pembangunan perekonomian terbangun cepat karena koneksinya cepat ," tuturnya.

Bahkan kehadiran kereta cepat nantinya waktu tempuh Jakarta-Bandung sepanjang 142 kilometer (km) bisa disetarakan dengan menggunakan pesawat terbang rute yang sama.

"Kalau dengan kereta cepat, hampir sama waktunya dengan pesawat, tapi kan tidak perlu boarding dan lainnya," kata Rini.

Ia menyatakan BUMN akan turut berkontribusi sesuai dengan tagline "BUMN Hadir untuk Negeri".

"Karena kita ingin hadir untuk negara dan masyarakat dan dapat bersinergi menopang program pemerintah tanpa tergantung pada APBN," jelasnya. (tya/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads