Capai Pertumbuhan 6-7 Persen, RI Harus Gaet Investor Asing
Kamis, 10 Mar 2005 13:47 WIB
Jakarta -
Presiden ADB Haruhiko Kuroda mengatakan, Indonsia harus mampu menjaring investor asing lebih banyak untuk bisa mencapai pertumbuhan ekonomi 6-7 persen di masa mendatang. "Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, Indonesia harus melakukan upaya-upaya untuk menarik minat investor asing dan harus memiliki aturan yang jelas diantaranya dengan reformasi bidang perpajakan," urai Kuroda dalam jumpa pers di Hotel Mandarin, Jakarta, Kamis (10/3/2005).Pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat mencapai 7-8 persen pada masa sebelum krisis keuangan tahun 1997. Dan selama masa krisis pertumbuhan Indonesia hanya berkisar 4-5 persen. Menurut Kuroda, peran investor asing merupakan hal yang penting dimana ia menilai PMA (Penanaman Modal Asing) di masa depan akan lebih besar perannya. "Bila PMA bisa ditingkatkan, akan bisa meningkatkan ekspor dan total pertumbuhan ekonomi," tegas Kuroda. Kuroda menambahkan, infrastructure summit yang digelar Januari kemarin merupakan langkah pemerintah yang strategis untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia. Sementara mengenai bantuan dana untuk Aceh, sore ini sekitar pukul 17.30 wib akan dilakukan penandatanganan MoU dana bantuan ADB dan Indonesia. Rencananya Indonesia akan diwakili oleh Menkeu Jusuf Anwar dan Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati. Bantuan ADB untuk Aceh menurut Kuroda akan ebrkisar antara US$ 600 juta untuk 5 negara yang terkena bencana tsunami yakni Indonesia, India, Maladewa, Srilanka dan Thailand. Dari US$ 600 juta bantuan itu, Indonesia, India dan Sri Lanka mendapat porsi yang paling besar. Sedangkan Thailand menurut Kuroda hanya menginginkan bantuan teknis. Saat ini ADB juga mengalokasikan US$ 65 juta dalam bentuk bantuan teknis.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































