Memantau Proyek Double Track Kereta di Cirebon

Memantau Proyek Double Track Kereta di Cirebon

Dina Rayanti - detikFinance
Jumat, 26 Feb 2016 07:43 WIB
Memantau Proyek Double Track Kereta di Cirebon
Foto: Dina Rayanti
Cirebon - Pemerintah telah menyelesaikan pembangunan rel ganda (double track) lintas utara Cirebon-Surabaya sepanjang 727 kilometer (km) sejak 2014 lalu. Begini kondisinya sekarang.

Dua hari lalu detikFinance beserta rombongan media acara diskusi Nusa Patris lain berkesempatan meninjau proyek lintas ganda ini di kota Cirebon tepatnya di stasiun Waruduwur, Rabu (24/2/2016). Stasiun ini baru dibangun tahun 2014 dan baru selesai pada tahun 2015 lalu. Stasiun ini memang dikhususkan untuk angkutan barang khususnya angkutan peti kemas.

"Stasiun Waruduwur ini memang dikhususkan memang untuk angkutan barang yang merupakan bagian dari proyek double track Jakarta-Surabaya yang tahun 2014-2015 dibangun dan baru kita operasikan berbarengan dengan double track dibuka," ujarΒ  Suparno, Kepala Daerah Operasi 3 Cirebon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Berdasarkan pantauan, saat di Stasiun Waruduwur ada kereta peti kemas yang sedang parkir dan tampak stasiun yang tidak terlalu luas. Di sekeliling stasiun terdapat industri pakan ternak dan juga areal sawah yang cukup luas.

Di Cirebon sendiri sebenarnya ada 2 stasiun yang dikhususkan untuk angkutan barang, yaitu Stasiun Arjawinangun dan Stasiun Waruduwur, namun stasiun Arjawinangun dikhususkan untuk angkutan semen.

Adanya pembangunan jalur ganda ini dikatakan Suparno akan ada 93 perjalanan kereta api setiap hari dari arah barat dan arah timur. Dari 93 perjalanan kereta api ini 42 di antaranya adalah kereta api penumpang, sedangkan yang kereta api barang ada 51.

"Di sini setiap hari jalan menurut rencana ada 93 perjalanan kereta dari barat maupun timur, dari 93 kereta api itu yang 42-nya kereta api penumpang, sedangkan yang kereta api barangnya itu ada 51. Dari 51 kereta api barang ini, yang 31 itu kereta api peti kemas dari Jakarta-Surabaya dan sebalikanya, kemudian selain itu ada 16 kereta api barang angkutan semen dari Jakarta dan Arjowinangun tujuan Semarang dan Surabaya, sisanya ada 2 kereta api baja koil dari Krakatau Steel, kemudian ada 2 lagi kereta angkutan barang parsel jadi campuran begitu ya," rinci Suparno.

Walaupun dilewati kereta peti kemas, namun stasiun ini tidak melakukan proses bongkar muat peti kemas tersebut, tetapi digunakan untuk tempat pergantian masinis kereta peti kemas.

"Di stasiun ini itu tempat pergantian kru atau masinis kereta peti kemas maka di sini semua kereta api berhenti untuk kereta peti kemas dan semen, ke depan baru wacana ya akan digunakan untuk bongkar muat peti kemas" lanjut Suparno.

Menurut Suparno, semenjak dibukanya jalur ganda ini kapasitas kereta yang lewat semakin meningkat, tetapi baru separuh dari kapasitas rel ini yang digunakan. Sebelum adanya jalur ganda ini kapasitas kereta yang bisa lewat yaitu 60-70 kereta per hari.

Ia juga menambahkan lebih memprioritaskan kereta api penumpang yang lewat terlebih dahulu bila datang berdekatan dengan kereta api barang.

"Sebelum adanya double track ini tidak ada kereta api yang berhenti di sini, kapasitas kereta yang bisa lewat hanya 60-70 setelah ada double track meningkat itu pun baru separuhnya masih bisa ditingkatkan lagi karena baru separuh yang digunakan, kalau yang diprioritaskan kereta penumpang dulu, kalau tidak nanti penumpang bisa protes semua," kata Suparno.

Ia berharap ke depannya stasiun Waruduwur ini dapat melakukan bongkar muat peti kemas agar kota Cirebon dapat lebih berkembang lagi.

"Di sini tempatnya strategis untuk angkutan peti kemas di daerah Cirebon dan sekitarnya, kita juga melihat perkembangan angkutan yang ada di Cirebon khususnya terkait pelebaran di pelabuhan, kita masih tunggu investor ya untuk yang loading, unloading dan juga forwarding," ujarnya.

"Sejauh ini sudah ada yang melirik, baru melirik ya, kan mesti ada kajian-kajian dulu, pada prinsipnya geografis Cirebon ini bagus dekat jalan tol Kanci dan daerah sekitar kebanyakan kawasan industri bukan rumah penduduk," ujarnya. (ang/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads